Pimpinan Gereja Papua Bertemu SBY, Ada Konfrensi Pers Siang Ini

Posted by Papuan Voices On Sabtu, Desember 17, 2011 5 komentar
Rev. Dr. Phil Erari (Foto: Ist)
PAPUAN, Jakarta --- Rev. Dr. Phil Erari, mantan ketua Persatuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) melaporkan bahwa, Jumat (16/12) tadi malam, beberapa pimpinan gereja dari Papua dan Papua Barat telah bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang di mediasi oleh PGI di Jakarta. Maksud pertemuan tersebut adalah untuk membicarakan akar masalah di tanah Papua beserta solusi penyelesaiannya.

Menurut Phil, untuk penyelesaiaan masalah Papua, gereja-gereja telah menawarkan solusi dialog yang dimediasi oleh pihak ketiga atau melibatkan dunia internasional.

“Kami juga sudah memaparkan fakta sejarah yang terjadi di Papua seperti dicetuskannya Trikora, berlanjut ke Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA), dan berlanjut sampai terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), termasuk yang paling baru terjadi di Kabupaten Paniai,” tulis Phil dalam surat elektronik di sebuah mailing list.

Selain merekomendasi dialog internasional, gereja juga meminta agar pemerintah menghentikan stigma separatis bagi orang Papua, mengakhiri pelanggaran HAM, termasuk menghentikan operasi militer, dan juga meminta agar ditinjau ulang Peraturan Presiden No. 27/2007 tentang Simbol dan Lambang Daerah, termsuk meminta agar membabaskan semua tahanan politik di tanah Papua dan Maluku.

“Dan rekomendasi paling terkahir adalah menyangkut aspirasi politik, dimana meminta diselenggarakan hak penentuan nasib sendiri bagi orang Papua,’ kata Phil.

Para pemimpin gereja juga telah menunjukan kegagalan Otonomi Khusus Papua, dan menyebut pemberiaan Unit Percepatan Pembangunan Papua Barat (UP4B) adalah tidak tepat.

Menurut Phil, SBY memberikan perhatian yang serius atas aspirasi yang disampaikan pemimpin gereja dari Papua.

“SBY juga telah memastikan bahwa sengketa antara Papua dan Jakarta harus diselesaikan dalam waktu dekat dengan semangat dari hati ke hati, tulus, akuntabel dan transparan,” sebut Phil.

SBY juga mengakui peran Gereja di Papua sebagai mitra strategis, untuk mencari solusi demokratis untuk tanah Papua.


Beberapa tokoh Gereja-gereja yang hadir antara lain Rev. Socrates Sofyan Yoman (Ketua Gereja Baptis), Rev. Dr. Benny Giay (Ketua Gereja Kigmi), Pdt. Jemima Krey (Ketua GKI Papua), Wahy Mathin Luther Wanma (Ketua Gereja Kristen Alkitab), didampingi Frederika Korain aktivis HAM, mewakili PGI hadir Dr. Andreas Yewangoe (Ketua PGI). Rev. Dr. Phil Erari dan Gomar Gultom (Sekjend PGI).

Dari Jakarta dikabarkan siang ini, Sabtu (17/12), pukul 11.00 WIB akan berlangsung konfrensi pers terkait pertemuan pimpinan gereja di Papua dengan presiden SBY.

“Benar, siang ini ada konfrensi persi di Wisma PGI di Cikini, ini terkait pertemuan pimpinan gereja dengan SBY,” ucap salah satu mahasiswa di Jakarta ketika di konfirmasi Papuan Voices.

OKTOVIANUS POGAU

5 komentar:

Anonim mengatakan...

Semoga apa yang dibicarakan sesuai dengan apa yang diharapakan umat Tuhan di tanah Papua. Jangan tokoh2 gereja pakai legitimasi umat untuk cari2 hal lain. Kita tunggu hasil konfrensi pers seperti apa dan bagaimana? salammm

Humas TiBar mengatakan...

Tuhan bukakanlah jalan bagi umat Papua,agar kami bisa mendapatkan harapan kami yang telah kami tunggu-tunggu dari dulu,dalam kesempatan kali ini.Lindungilah bapak bapa yang sedang menyuarahkan isi hati bangsa papua.

Anonim mengatakan...

kini misi gereja yang dibiayai oleh vatikan dan pihak barat telah berani menyuarakan maksud hatinya yang busuk, yaitu makar terhadap NKRI. Mungkin mereka sudah berhitung bahwa gerakan misionaris mereka telah berhasil mengkristenkan 50 % lebih orang papua shg mereka berada di garda terdepan menyuarakan referendum.

Ibarat buruk muka, cermin di belah. Apakah mereka tidak melihat bahwa para pemimpin daerah mereka berasal dari suku yang sama dengan mereka sendiri. Kenapa pemerintah pusat yang disalahkan atas terjadinya ketimpangan ekonomi sosial di papua akibat ketidakbecusan pemimpin daerahnya mereka? Benar2 aneh.

Di negara2 barat, sudah bukan rahasia umum lagi bahwa banyak gereja2 yang kosong ditinggal pengikutnya dan pendeta2nya banyak yang nganggur.

Peran agama kristen sebagai corong dan alat kolonialisme, sudah diakui oleh sejarah dan terus berlanjut sampai dengan sekarang. Hanya orang2 yang bodoh saja yang tidak mau belajar dari sejarah. Dan dengan menjadi orang kristen, anda sudah membuktikan hal tersebut.

GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA mengatakan...

Kami dibunuh, dibantai, disiksa dan diperkosa oleh serigala di atas kandang domba kita sendiri, wahai...... Gembalaku lihatlah kami dan Selamatkanlah kami.

Anonim mengatakan...

@GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA

Poskan Komentar